Selasa, 28 Mei 2013

Mendengar Lantunan Tembang Sungai Gangga 04



Ada seorang gadis belia yang cantik, dan pernah menjadi bunga kelas di sekolahnya, kemudian di mukanya tumbuh tumor yang sangat besar. Walau harus menanggung beban penderitaan yang besar, masih untung dia sempat mendengar Buddha Dharma, dia berkata dengan penuh penyesalan : “Sayangnya sudah terlambat baru mendengar Dharma!” Namun asalkan dia dapat segera membangkitkan tekad, tiada kata terlambat. Dalam kondisi sedemikian, orang lain pasti sudah menjerit-jerit,  namun dia berusaha melafal Amituofo, dia mengubah penderitaannya menjadi amerta maitri karuna, mengubah kerisauan menjadi cahaya yang menyejukkan, dia menyerahkan hatinya kepada Buddha Amitabha. Dia mengeluarkan semua harta benda dan benda kesayangan nya untuk dipersembahkan kepada semua orang, dan kemudian menyampaikan pesan terakhirnya. Banyak anggota Sangha dan sahabat Dharma merasa amat terharu, dan membantu melafal Amituofo buat dirinya.

Suatu hari, dia menyerahkan 500 yuan kepada saya, meminta saya membelikan benih bunga, anak pohon bunga harum untuk ditanam di vihara, atau di luar ruang kebaktian pelafalan Amituofo, sehingga ketika pohon tumbuh besar dan berbunga tentunya akan menebar semerbak harum sebagai persembahan sepanjang masa kepada Buddha. Saya sedang berpikir, kita orang yang sehat ini mungkin tidak memiliki pikiran seindah ini, mungkin orang beranggapan wajah gadis belia itu kini tak cantik lagi, namun kita sendiri, apakah bisa memiliki hati yang seindah hatinya? Dia menyumbangkan keluar rantai emas yang dihadiahkan mamanya, dan berkata padaku : ”Gunakanlah ini untuk mencetak buku sutra dan sebagai persembahan untuk Tri-Ratana......terserah bagaimana cara anda menggunakannya, asalkan berguna bagi semua makhluk.”  Sungguh terpuji! Dalam kondisi penderitaan yang besar ini, dia masih memiliki hati yang indah, dari sini anda dapat merasakan kekuatan dari Buddha Dharma! Banyak orang yang membesuknya, dia berkata : “Saya adalah rupa dari hukum karma, anda sekalian setelah melihat diriku, ingatlah selalu jangan berbuat jahat, perbanyak kebajikan, sucikan hati dan pikiran, mengumpulkan beras mencegah kelaparan!  Selekas mungkin untuk melafal Amituofo agar tidak kecewa datang mengunjungiku”.

Dikutip dari ceramah Master Dao-zheng --- Mendengar Lantunan Tembang Sungai Gangga